YBW UMI Cabut Laporan Dugaan Korupsi Mantan Rektor Prof Basri Modding

  • Whatsapp

MAKASSAR – Terkait dugaan korupsi  dana Yayasan Badan Wakaf Universitas Muslim Indonesia (YBW-UMI) yang sempat menyeret nama mantan Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof Basri Modding.

Kini pihak YBW UMI, diketahui telah mencabut laporannya di pihak kepolisian, setelah hasil audit internal YBW UMI tidak menemukan adanya penyelewengan dana yayasan oleh Prof Basri.

Dalam keterangan Pers, Prof Basri Modding melalui tim kuasa hukumnya Dr. Muhammad Nur,SH,MH didampingi Djaya, SKM,SH, di kantor BAIN HAM jalan Tun Abdul Razak Gowa, Selasa,(16/042024) sore, menampik pemberitaan dan tuduhan fitnah yang menyudutkan dirinya selaku mantan Rektor UMI.

“Setelah proses berjalan beberapa bulan yang lalu telah dilakukan pencabutan laporan oleh pihak Kampus UMI, berdasarkan hasil audit internal yayasan wakaf UMI tidak ditemukan adanya penyelewengan dana yang seperti dituduhkan ke Prof Basri Modding ,selama menjabat sebagai rektor,” ujar Nur.

Nur menambahkan, kasus tersebut bergulir sejak dilaporkan Oktober 2023 lalu, yang menyebut angka kerugian berkisar Rp 11-28 miliar.

“Semua angka itu tidak jelas setelah dilakukan audit internal dan pihak yayasan kampus mengatakan bahwa tidak ada kerugian terhadap yayasan dan telah dilakukan pencabutan laporan pada Maret yang lalu. selanjutnya di pihak kepolisian, kami tunggu surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) untuk segera di keluarkan, karena sudah dicabut semua pokok laporan berarti seluruh persoalan ini telah selesai,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Prof. Basri yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut, memberikan klarifikasi terkait tuduhan yang diarahkan kepadanya.

“Kasus ini berawal ketika saya diberhentikan secara tiba-tiba pada tanggal 10 Oktober 2023, tiba-tiba ada prosesi pemberian SK Pelaksana Tugas dan dilakukan pelantikan kepada Plt Rektor UMI. Setelah ditelusuri, saya diduga menilep dana Rp 28 miliar, padahal itu saya tidak pernah lakukan. Setahu saya dana tersebut hanya dialihkan dari rekening proyek ke rekening yayasan dan saya tidak terlibat,” ungkap Basri.

Proyek yang dilaporkan adalah pengadaan videotron di gedung pascasarjana UMI,pengerjaan taman firdaus, pengadaan access point (WiFi), dan pembangunan gedung LPP yayasan Wakaf UMI (Boarding school) dengan total kerugian Rp 11 miliar.

“Saya dituduh menggelapkan dana, saya tidak terlibat dalam proyek ini, dan termasuk fitnah bagi saya. Kasus ini bergulir sejak tanggal 25 Oktober 2023 dan dilakukan pencabutan laporan pada bulan Maret 2024 karena saya tidak terbukti,” jelasnya.

  • “Saya tidak akan melaporkan balik karena saya sangat cinta kampus UMI, selain itu, Insya Allah dalam waktu dekat satu dua hari ini,saya ajukan surat pindah perguruan tinggi,” tutup Guru Besar Ilmu Ekonomi ini.

Pos terkait