HIMPUNI Gelar Sidang Tahunan di Bandung, Bahas Sejumlah Persoalan dan Tantangan Bangsa

  • Whatsapp

BANDUNG – Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (Himpuni), menggelar sidang tahunan majelis umum di hotel Savoy Homan, di Kota Bandung, Sabtu (13/01/2024), guna menyongsong Indonesia emas 2045 dan bonus demografi.

Dalam sidang tersebut Himpuni membahas beberapa isu strategis, terkait berbagai permasalahan. Salah satunya terkait masalah ekonomi, teknologi, dunia pendidikan serta infrastruktur.

Chairman B Universe sekaligus Ketua Umum IKA UPI, Enggartiasto Lukita menjelaskan, untuk menyongsong Indonesia 2045 Himpuni harus ikut serta memberikan sumbangsih pemikiran tentang masalah ekonomi, pendidikan hingga teknologi.

“Dalam sidang tahunan Himpuni ini, kita dalam agenda acaranya ada sharing session mengenai berbagai hal, salah satunya mengenai masalah ekonomi, teknologi dan sebagainya,” ujarnya.

“Kondisi ekonomi kita di 2023 menjadi dua terbaik di dunia di G-20, anggota G-20, di ASEAN juga. Ini satu kebanggaan dan adalah kewajiban kita yang terlibat dari Himpuni,” katanya.

Enggar mengajak semua pihak menjaga pertumbuhan ekonomi yang luar biasa besar, di tengah situasi dunia yang tidak menentu. Selain itu juga mendukung kemampuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjaga inflasi.

“Biarlah tahun politik ini berjalan, persaingan dilakukan dengan harmoni. Jangan sampai kita mengorbankan sesuatu yang lebih besar, kepentingan bangsa, negara dan rakyat, dikalahkan hanya untuk kepentingan golongan,” ujarnya.

Selain membahas masalah ekonomi, dalam sidang tahunan Himpuni juga membahas masalah ekonomi dan teknologi, Himpuni juga membahas persoalan tantangan Swasembada pangan, yang dibarengi aksi penanaman pohon.

“Kita mesti menyongsong gagasan besar Swasembada Pangan Nasional Menteri Pertanian RI, Amran Sulaeman yang juga selaku Ketua Umum IKA Unhas,” ungkap Aziz Sibali, anggota Badan Pekerja Milenial Himpuni yang juga mewakili pengurus pusat IKA Unhas.

“Harapan besar lainnya adalah agenda optimalisasi lahan pertanian dapat melibatkan unsur generasi muda kita atau komunitas anak muda milenial demi kesinambungan program ketahanan pangan menuju Indonesia Maju,” pungkas Aziz.

Pos terkait