Jadi Pemateri LK II HMI Singaraja Bali, Arief Rosyid Hasan: Komitmen Perkaderan HMI adalah Harga Mati

  • Whatsapp

BALI – Di tengah hiruk pikuk tahun politik dan segala amanah yang diembannya, Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) periode 2013-2015 Arief Rosyid Hasan hadir sebagai pemateri pada _Intermediate Training_ atau LK II HMI Tingkat Nasional Cabang Singaraja, Selasa (26/12). Bertempat di Edutel Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA), Singaraja, Buleleng, Bali, LK II Cabang Singaraja ini mengambil tema “Konsep Kepemimpinan Profetik dalam Mewujudkan Stabilitas Politik”.

Memasuki minggu ke-8 sejak Mantum PB HMI asal Sulawesi Selatan ini resmi didapuk sebagai Komandan Tim Fanta TKN Prabowo-Gibran, tidak sedikit pun komitmennya untuk perkaderan berkurang. Terlepas mobiltias yang tinggi ke berbagai titik di Indonesia, Arief mengaku bersyukur bisa hadir di Singaraja untuk LK II ini. “Alhamdulillah, di tengah segala urusan perpolitikan, kita diberikan kesehatan dan dapat hadir pada perkaderan LK II HMI di Singaraja Bali inii. Mereka adalah masa depan yang kehadirannya menjadi rahmat bagi semesta alam, insya Allah,” ujar Arief.

“Banyak anak muda di Indonesia menghadapi takdir yang tidak menguntungkan. Namun, melalui keikutsertaannya dalam perkaderan HMI, dan banyak rekan seperjuangan berhasil menciptakan nasib yang lebih baik. Mereka bersama-sama membangun jejak sendiri, dan akhirnya, nasib yang awalnya sulit berubah menjadi sesuatu yang positif. Artinya, kepemimpinan orang muda bisa disiapkan dan diciptakan _by design_,” ungkapnya lagi.

Dalam kesempatan ini, Arief juga menyoroti makna dan nilai perkaderan HMI bagi dirinya. Ia menyatakan bahwa perkaderan HMI adalah tanggung jawab seumur hidup. “Saya melihat perkaderan HMI sebagai perjalanan penuh makna dan memiliki nilai luhur. Sebuah perjalanan mampu mengubah realitas dan memberikan harapan serta peluang bagi anak muda Indonesia,” pungkasnya.

“HMI membawa saya melangkah jauh dalam hidup. Bukan hanya saya, saya yakini banyak saudara-saudari satu perkaderan pun yang merasakan hal yang sama. Jangan sampai lupa kacang akan kulitnya. Sejauh apapun perjalanan hidup membawa saya, tanggung jawab perkaderan tidak tergantikan oleh apapun, bahkan urusan kampanye ataupun hal lainnya. Sudah jelas, (mengurus) perkaderan HMI adalah harga mati,” tegas Arief yang saat ini menjabat sebagai Ketua Pengembangan Ekonomi Islam MN KAHMI.

Hingga hari ini, Arief juga terlibat aktif sebagai pengurus Yayasan Perkaderan Insan Cita (YPIC) yang berfokus pada penggalangan dana serta pelaksanaan pelatihan dan pengembangan Sumber Daya Manusia. Di akhir materi yang disampaikan, Arief pun berpesan kepada kader yang hadir di hadapannya agar terus menjunjung tinggi nilai-nilai perkaderan dan mengharumkan nama organisasi.

“Kehadiran saya di sini adalah momen yang penting, bukan hanya untuk teman-teman tapi bagi saya pribadi. Menjadi pengingat bagi saya setiap hari dari mana saya lahir. Saya berharap, teman-teman pun dapat menghidupi nilai yang sama, menjunjung nama HMI dengan bangga dan hormat, di mana pun teman-teman berkarya nanti. Jangan sampai mencoreng rumah yang telah membesarkan kita. Terus bermanfaat bagi bangsa dan negara, terus berkhidmat untuk umat, bukan sekedar mementingkan perut sendiri,” tutupnya.

**

Pos terkait